Climate Coustic 2.0 “Menjaga Alam, Menata Peradaban”: The Lodge Maribaya bergerak bersama anak muda dalam menjaga dan melestarikan alam.
–
Bandung, 11 November 2025 – Climate Coustic 2.0 sukses diselenggarakan di The Lodge Maribaya, dengan semangat baru yang lebih relevan dan lebih dekat dengan generasi muda. Climate Coustic 2.0 ini bertujuan sebagai panggung bagi anak muda untuk bergerak, bersuara, dan terlibat langsung dalam isu iklim yang kian mendesak
Dharma.
Pada kesempatan ini, Climate Coustic 2.0 memberikan makna lebih dari acara sebelumnya. Dengan adanya tiga sesi dari acara Climate Coustic yaitu Eco Pulse, Culture Pulse, dan juga Knowledge Pulse. Eco Pulse disini merupakan peresmian nursery hub, sebagai bentuk dukungan dalam menjaga dan melestarikan alam. Nursery hub ini dibuat karena kepedulian The Lodge Maribaya terhadap lingkungan. Sehingga dengan ini, The Lodge Maribaya memiliki tujuan untuk dapat memulai gerakan menanam pohon se Bandung Raya. Berlokasi di The Lodge Maribaya, nursery hub ini memiliki ratusan bibit pohon dengan berbagai jenis bibit yang dapat diadopsi oleh semua orang yang ingin menanam pohon. Selain bibit tanaman, pada nursery hub juga terdapat bagian kembang setaman yang menjadi salah satu adat dan budaya sunda yang tertuang jelas dalam salah satu mahakarya Sunda Kuno, Naskah Sewaka Dharma.
Selain adanya nursery hub di The Lodge Maribaya, pada Climate Coustic pada hari ini mengangkat unsur edukasi dalam sesi Knowledge Pulse, dan unsur budaya dalam sesi Culture Pulse. Pada sesi Knowledge Pulse, Climate Coustic mengadakan talkshow yang mengundang para pejuang pelestarian alam seperti Heni Smith yang selaku CEO of The Lodge Group yang telah menanam pohon lebih dari 15.000 pohon dan memberdayakan warga desa Cibodas, Rosita sebagai Inisiator hutan organik Megamendung, rumah bagi lebih dari 40.000 pohon. Ery Erlangga selaku Presiden Komisaris PT Mitra Natura Raya, pemimpin transformasi Kebun Raya Bogor. Adora Bea Bethari Pendiri Plastaval, menggerakkan para Gen Z untuk mengurangi sampah plastik. Melalui dialog ini, memberikan pesan bagi semua orang bahwa menjaga alam kewajiban bagi anak muda. Tetapi menjadi perjalanan bersama yang membutuhkan ilmu dan kolaborasi
Dan setelahnya dilanjutkan dengan sesi Culture Pulse yang menampilkan tari tradisional sunda oleh sanggar tari Amerta dibawah naungan The Lodge Foundation. Acara ini juga banyak sekali dihadiri oleh para musisi asal Bandung seperti Yhuka dan Kampung Adat Cireundeu, Ijay Irawan, Ganjar Noor, dan masih banyak lagi. Hal ini menjadi bentuk nyata dalam peranan semua aspek dalam menjaga alam dan menata peradaban.
Climate Coustic 2.0 dapat terselenggara dengan baik atas inisiatif dari keempat lembaga yaitu The Lodge Maribaya, DPKLTS, FK3I, dan komunitas Accidentally. The Lodge Maribaya disini berperan sebagai penyelenggara dan sebagai tempat ekowisata yang berkomitmen dalam menjaga alam. Hal ini dibuktikan dengan dari awal The Lodge Maribaya berdiri telah menanam lebih dari 15.000 pohon. Selain itu, terdapat aktivis lingkungan yaitu DPKLTS dan FK3I. Sedangkan Accidentally yang merupakan perwakilan dari anak muda komunitas motor yang melakukan aksi nyata di touring yang mereka lakukan dengan melakukan penanam pohon.
The Lodge Maribaya disini tidak hanya sekedar tempat wisata tetapi juga tempat untuk pelestarian alam, Climate Coustic 2.0 memberikan makna baru bagi tempat wisata alam. Karena wisata bukan hanya sekedar memberikan hiburan tetapi juga memberikan nilai lebih yaitu sebagai penggerak dalam menjaga lingkungan. Ini menjadi nilai yang sejalan dengan youth generation yang sangat kritis mengenai kelestarian alam. Oleh karena itu, gerakan ini diharapkan dapat menjadi semangat baru dalam menjaga alam, agar isu lingkungan dan iklim yang terjadi pada saat ini dapat kita atasi bersama. Ayo Gen z sebagai generasi yang kritis dan sadar akan lingkungan dan ingin menanam pohon, bisa langsung datang ke The Lodge Maribaya untuk kita dapat “Menjaga Alam, dan Menata Peradaban”.



